Artikel tentang pertumbuhan dan perkembangan remaja

Disini remaja mulai menilai dirinya sebagaimana adanya (apa adanya), menghargai miliknya, keluarganya dan orang lain seperti keadaan sesungguhnya.
• Menghadapi m
asalahnya secara lebih matang Hal ini disebabkan oleh karena kemampuan piker remaja akhir yang telah lebih sempurna dan ditunjang oleh sikap pandangan yang lebih realistis.
• Perasaan menjadi lebih tenang
 Mereka tidak lagi menampakkan gejala-gejala strom and stress sehingga muncullah suatu ketenangan dalam diri mereka. Perubahan Fisik Selama Masa Remaja Periode sebelum masa remaja ini disebut sebagai PERIODE PUBERTAS (ambang pintu masa remaja). PUBERTAS jelas berbeda dengan masa REMAJA, walopun bertumpang tindih dengan masa remaja awal. PERUBAHAN FISIK CIRI-CIRI REMAJA AWAL – Terjadi pertumbuhan fisik yang pesat – Dalam jangka 3-4 tahun anak bertumbuh hingga tingginya hampir menyamai tinggi ortu. – Pertumbuhan anggota badan dan otot-otot sering tidak seimba
ng. Akibatnya……
 – Pada laki-laki mulai memperlihatkan penonjolan otot-otot pada dada, lengan, paha dan  betis. Pada wanita mulai menunjukkan mekar tubuh yang membedakannya dengan tubuh kanak-kanak. – Dalam hal kecepatan pertumbuhan, terutama nampak jelas dalam usia 12-14 tahun remaja
 putri bertumbuh demikian cepat meninggalkan pertumbuhan remaja pria.Akibatnya….
 – Dalam masa pertumbuhan ini baik remaja pria maupun remaja wanita cenderung ke arah memanjang dibanding melebar.
– Kematangan kelenjar seks pada usia 11/12 th
 – 
 14/15 th.Biasanya pertumbuhan itu lebih cepat pada remaja putri dibanding remaja putra. CIRI-CIRI REMAJA AKHIR – Pertumbuhan fisik remaja relatif berkurang dengan kata lain tidak sepesat dalam masa remaja awal.Bagi remaja pria pada usia 20 th dan remaja wanita 18 th keadaan tinggi badan mengalami pertumbuhan yang lambat. – Mengalami keadaan sempurna bagi beberapa aspek pertumbuhan dan menunjukkan kesiapan untuk memasuki masa dewasa awal. Seperti badan dan anggota badan menjadi  berimbang, wajah yang simetris, bahu yang berimbang dengan pinggul. Saat ini, remaja mengalami perubahan fisik (dalam tinggi dan berat badan) lebih awal dan cepat berakhir daripada orang tuanya. Kecenderungan ini disebut trend secular. Sebagai contoh, seratus tahun yang lalu, remaja USA dan Eropa Barat mulai menstruasi sekitar usia 15
 – 
 17 tahun, sekarang sekitar 12
 – 
 14 tahun. Di tahun 1880, laki-laki mencapai tinggi badan sepenuhnya pada usia 23
 – 
 24 tahun dan perempuan pada usia 19
 – 
 20 tahun, sekarang laki-laki mencapai tinggi maksimum pada usia 18
 – 
 20 dan perempuan pada usia 13
 – 
 14 tahun. Trend secular terjadi sebagai akibat dari meningkatnya faktor kesehatan dan gizi, serta kondisi hidup yang lebih baik. Sebagai contoh, meningkatnya tingkat kecukupan gizi dan  perawatan kesehatan, serta menurunnya angka kesakitan (morbiditas) di usia bayi dan kanak-kanak. Pubertas Pubertas adalah periode pada masa remaja awal yang dicirikan dengan perkembangan kematangan fisik dan seksual sepenuhnya (Seifert & Hoffnung, 1987). Pubertas ditandai dengan terjadinya perubahan pada ciri-ciri seks primer dan sekunder. Ciri-ciri seks primer memungkinkan terjadinyanya reproduksi. Pada wanita, ciri-ciri ini meliputi perubahan pada vagina, uterus, tube fallopi, dan ovari. Perubahan ini ditandai dengan munculnya menstruasi pertama. Pada pria, ciri-ciri ini meliputi perubahan pada penis, scrotum, testes, prostate gland, dan seminal vesicles. Perubahan ini menyebabkan produksi sperma yang cukup sehingga mampu untuk bereproduksi, dan perubahan ini ditandai dengan keluarnya sperma untuk pertama kali (biasanya melalui wet dream).
Ciri-ciri seks sekunder meliputi perubahan pada buah dada, pertumbuhan bulu-bulu pada  bagian tertentu tubuh, serta makin dalamnya suara. Perubahan ini erat kaitannya dengan  perubahan hormonal. Hormon adalah zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar endokrin, kemudian dilepaskan melalui aliran darah menuju berbagai organ tubuh. Kelenjar seks wanita (ovaries) dan pria (testes) mengandung sedikit hormon. Hormon ini  berperan penting dalam pematangan seksual. Kelenjar pituitary (yang berada di dalam otak) merangsang testes dan ovaries untuk memproduksi hormon yang dibutuhkan. Proses ini diatur oleh hypothalamus yang berada di atas batang otak. Dampak Pertumbuhan Fisik terhadap Kondisi Psikologis Remaja Pertumbuhan fisik yang sangat pesat pada masa remaja awal ternyata berdampak pada kondisi psikologis remaja, baik putri maupun putra. Canggung, malu, kecewa, dll. adalah  perasaan yang umumnya muncul pada saat itu. Hampir semua remaja memperhatikan perubahan pada tubuh serta penampilannya. Perubahan fisik dan perhatian remaja berpengaruh pada citra jasmani (body image) dan kepercayaan dirinya (self-esteem). Ada tiga jenis bangun tubuh yang menggambarkan tentang citra jasmani, yaitu endomorfik, mesomorfik dan ektomorfik. Endomorfik banyak lemak sedikit otot (padded). Ektomorfik sedikit lemak sedikit otot (slender). Mesomorfik sedikit lemak banyak otot (muscular). DAFTAR PUSTAKA. Mappiare, Andi.1982.Psikologi Remaja.Surabaya:Usaha Nasional http://tumbuhkembanganak.edublogs.org/2008/05/26/pertumbuhan-fisik-kesehatan-remaja/ http://anakciremai.blogspot.com/2008/07/makalah-psikologi-tentang-fisik-remaja.html http://www.okanegara.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*